UPZ Baznas Semen Padang Bantu Pemulangan Satu Keluarga Asal Batam yang Terlantar di Padang

Satu keluarga asal Batam yang terlantar di Padang saat berada di Kantor UPZ Baznas Semen Padang.
Satu keluarga asal Batam yang terlantar di Padang saat berada di Kantor UPZ Baznas Semen Padang. (Ist)
PADANG, KLIKPOSITIF

- Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Semen Padang memulangkan satu keluarga asal Batam, Kepulauan Riau, yang telah tiga hari terlantar di Kota Padang, Kamis, (18/11/2021).

Satu keluarga itu terdiri empat orang, yaitu Sainam (35) dan suaminya Ronal (46), serta dua orang anak perempuannya yang masih berusia belia. Selama di Kota Padang, satu keluarga itu tidur di Masjid Raya Jabal Ramah PT Semen Padang.

Kepala Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif mengatakan, satu keluarga itu diantar oleh salah seorang jamaah Masjid Raya Jabal Ramah ke Kantor UPZ Baznas Semen Padang. Kata jamaah, satu keluarga ini sejak tiga hari ini tidur di Masjid Raya Jabal Ramah.

Selain itu, satu keluarga yang terlantar ini juga merupakan korban penipuan dari orang yang mengajak mereka ke Padang. Bahkan selain ditipu, orang yang mengajaknya itu juga mengambil satu-satunya handphone milik mereka.

"Satu keluarga ini kami pulangkan ke kampung halamannya dengan dana zakat melalui program bidang kemanusian untuk asnaf ibnu sabil, karena satu keluarga ini masuk kategori musafir yang terkena musibah di jalanan," kata Muhammad Arif.

Pemulangan satu keluarga ini, katanya melanjutkan, dilakukan melalui jalur darat via Jambi. Setelah dari Jambi, mereka kemudian menuju ke Muaro Kuala Tungkal dan setelah itu menyeberang ke Batam melalui kapal Feri.

"Kami di UPZ Baznas Semen Padang akan menyediakan seluruh biaya akomodasi dan konsumsi mereka di perjalanan. Mudah-mudahan, mereka selamat sampi Batam. Kejadian ini juga akan kami berkoordinasi dengan Baznas Batam untuk tindak lanjutnya," ujar Arif.

Ronal, salah satu keluarga terlantar mengucapkan terimakasih kepada UPZ Baznas Semen Padang yang telah membantunya kembali ke Batam. Karena selama tiga hari ini di Kota Padang, dirinya tidak tahu harus kepada siapa mengadu nasib.

"Saya sampai Padang uang tinggal Rp120 ribu. Uang tersebut hanya cukup untuk sehari, dan sekarang sudah habis. Makan dua hari ini, jamaah yang ngasih," kata Ronal didampingi istrinya, Sainam.

Ronal juga menyampaikan kenapa dirinya bersama istri dan anak-anaknya bisa terlantar di Kota Padang. Katanya, ia ke Padang diajak oleh kakak tirinya bernama Sudarman yang menawarkan pekerjaan nyamblon di Kota Padang.

Karena sudah bosan kerja serabutan di Batam dan juga ingin mengubah nasib, ia bersama istri dan anak-anaknya, termasuk Sudarman, berangkat ke Padang melalui jalur darat. Setiba di padang, tepatnya di Pasar Bandar Buat, Sudarman meminjam handphone istrinya dengan alasan ingin menghubungi driver online.

Setelah handphone diberikan, Sudarman kemudian pergi meninggalkannya dan tidak kembali lagi. Setelah lebih dari 8 jam menunggu Sudarman di Pasar Bandar Buat, ia pun bersama istri dan anaknya naik angkot jurusan Indarung dan turun di SPBU Indarung.

"Saya turun di SPBU Indarung, karena ingin menumpang truk ke Jambi untuk balik lagi ke Batam. Tapi sayangnya, tidak satu pun ada sopir truk yang mau menumpanginya, karena rata-rata truk ke Jambi itu ada kernetnya juga, dan tentunya truk tersebut tidak muat untuk ditumpangi," ujarnya.

Ia pun mengaku kecewa dengan Sudarman, apalagi ongkos Sudarman dari Batam ke Kota Padang juga dirinya yang menanggung. Meski begitu, ia berharap agar saudara tirinya itu sehat-sehat saja selama berada di Padang.

"Kalau kecewa jelas, karena gak nyangka saja Sudarman bersikap begitu. Walau bagaimana pun, mudah-mudahan Sudarman sehat-sehat saja di Kota Padang, karena dia juga saudara saya," pungkasnya(*)

Baca Juga

Editor: Riki