UPZ Baznas Semen Padang Kirim Beras 3,5 Ton untuk korban Gempa Sulbar

Kepala Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif (empat dari kanan) menyerahkan secara simbolis bantuan beras Anak Daro Solok sebanyak 3,5 ton kepada Head Of Marketing Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumbar Tengku Muhammad Deska Kurniawan.
Kepala Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif (empat dari kanan) menyerahkan secara simbolis bantuan beras Anak Daro Solok sebanyak 3,5 ton kepada Head Of Marketing Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumbar Tengku Muhammad Deska Kurniawan. (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana gempa di Sulawesi Barat (Sulbar), UPZ Baznas Semen Padang yang merupakan lembaga penghimpun zakat karyawan/ti PT Semen Padang , menyalurkan bantuan beras Anak Daro Solok sebanyak 3,5 ton untuk korban terdampak bencana gempa Sulbar.

Disaksikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, bantuan beras senilai Rp50 juta itu diserahkan secara simbolis oleh Kepala Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif kepada Head Of Marketing Aksi Cepat Tanggap ( ACT ) Sumbar Tengku Muhammad Deska Kurniawan.

baca juga: Semen Padang Berikan Bantuan Pendidikan untuk 30 Pelajar di Pampangan

Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, bantuan untuk korban gempa di Sulbar itu diharapkan dapat meringankan beban para korban. "Semoga bantuan ini dapat mengurangi beban saudara kita yang tertimpa bencana di Sulbar," katanya.

Selain melalui UPZ Baznas Semen Padang , Nur Anita juga menyampaikan bahwa pada 17 Januari 2021 lalu PT Semen Padang melalui Yayasan Semen Padang (YSP) juga memberikan bantuan berupa alat medis untuk menangani korban bencana di Sulbar, yaitu Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).

baca juga: Semen Padang Serahkan Bantuan Mobil Ambulance untuk Masyarakat Baringin

"Selain bantuan untuk medis, YSP juga memberikan oleh-oleh khas minang untuk korban bencana di Sulbar. Dan bantuan oleh-oleh khas minang itu diharapkan dapat menjadi tambahan konsumsi bagi saudara kita yang dilanda bencana gempa di Sulbar," ujarnya.

Head Of Marketing Aksi Cepat Tanggap ( ACT ) Sumbar Tengku Muhammad Deska Kurniawan mengatakan, bantuan dari UPZ Baznas Semen Padang ini akan diangkut menggunakan kapal yang disebut sebagai Kapal Kemanusiaan Untuk Sulbar. Bantuan tersebut akan dibawa bersamaan dengan bantuan dari berbagai instasi lainnya yang ada di Sumbar, termasuk berbagai bantuan dari sejumlah instansi dan relawan dari Provinsi Riau.

baca juga: Semen Padang Melalui Forum Nagari Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 93 Pelajar di Batu Gadang

"Kami berangkat dari Pelabuhan Teluk Bayur Padang, pada 11 Februari besok, menuju pelabuhan di Makasar, Sulawesi Selatan. Kemudian dari Makasar, diangkut melalui jalur darat menuju Sulbar. Diperkirakan sampai di Sulbar seminggu kemudian," ujarnya.

Selain 3,5 ton beras dari UPZ Baznas Semen Padang , Tengku juga menuturkan juga ada bantuan beras dari pihak lain yang jumlahnya hampir 60 ton. Kemudian, juga rendang sebanyak 800 paket, serta bantuan lainnya seperti pakaian, gula beras dan lain sebagainya.

baca juga: Gempa 5,9 Mukomuko Tadi Pagi, Daryono: Dekat Gempa yang Picu Tsunami 2010

"Jika dikonversikan seluruh bantuan yang kami himpun, maka totalnya hingga sampai saat ini sekitar Rp700 juta. Jumlah ini akan terus bertambah sampai jadwal keberangkatan Kapal Kemanusian untuk Sulbar akan membawa bantuan yang kami himpun ini," bebernya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada acara pelepasan Kapal Kemanusian Untuk Sulbar itu, menyampaikan terimakasih kepada UPZ Baznas Semen Padang dan instansi lainnya yang telah menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Sulbar melalui ACT .

"Terimakasih atas bantuan dari berbagai pihak yang ada di Sumbar dan terimakasih juga kepada ACT yang telah bergerak cepat untuk menghimpun bantuan dari masyarakat, instansi, BUMN dan BUMD di Sumbar dalam membantu saudara kita di Sulbar. Semoga bantuan ini menjadi ladang amal bagi kita semua," katanya.

Apa yang dirasakan oleh korban gempa di Sulbar, sebut Irwan, juga pernah dirasakan oleh masyarakat Sumbar. Di mana, gempa mengguncang Ranah Minang pada 30 September tahun 2009 dan memporakporandakan Kota padang sebagai Ibu Kota Provinsi Sumbar. Kemudian beberapa hari pasca-gempa, berbagai bantuan dari dalam dan luar negeri berdatangan ke Sumbar.

"Sekarang, apa yang kita rasakan sebelumnya kini dirasakan oleh saudara-saudara kita di Sulbar. Semoga, saudara-saudara kita di Sulbar cepat bangkit dan kembali membangun perekonomian Sulbar. Kemudian kepada relawan ACT yang mendistribusikan bantuan dari Sumbar melalui kapal laut, dilancarkan dan dimudahkan langkahnya oleh Allah SWT," ujar Irwan. (*)

Editor: Riki