Suka Duka Perjuangan UPZ Semen Padang Salurkan Zakat Karyawan di Pedalaman Mentawai: Tempuh Jalan Berlubang dan Berlumpur Sejauh 50 Km

Rombongan UPZ Baznas semen Padang foto bersama di halaman MTs Ruhama, Dusu Pasapuat, Desa Saumanganya, kecamatan pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Rombongan UPZ Baznas semen Padang foto bersama di halaman MTs Ruhama, Dusu Pasapuat, Desa Saumanganya, kecamatan pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. (ist)

UPZ Baznas Semen Padang merupakan lembaga yang mengelola zakat karyawan/ti PT Semen Padang sejak 1995. Berpengalaman selama 25 tahun lebih, banyak program yang telah direalisasikan. Salah satunya program dakwah dan advokasi yang hingga kini masih berjalan. Bahkan sebagian besar program tersebut, direalisasikan di Kepulauan Mentawai . Berikut suka duka UPZ dalam menyalurkan zakat karyawan/ti PT Semen Padang di pulau terluar bagian barat Indonesia itu.

MENTAWAI - Pekan lalu, Kamis (28/1/2021) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, cuaca di langit Sikakap , Kabupaten Kepulauan Mentawai , Provinsi Sumbar nampak gelap. Rombongan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Semen Padang yang saat itu berada di sebuah penginapan di Sikakap , langsung bergegas menuju lokasi parkir sepeda motor.

baca juga: Pemprov Sumbar Bekerjasama dengan PT Semen Padang untuk Percepatan Vaksinasi Lansia

"Ayo cepat kita berangkat, langit sudah mulai gelap, nanti kita kehujanan," kata Kepala Pelaksana Harian Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Semen Padang Muhammad Arif, mengingatkan rombongan UPZ Baznas Semen Padang lainnya.

Rombongan UPZ Baznas Semen Padang melintasi semak belukar, karena jalan utama menuju Pasapuat dihadang pohon tumbang
Rombongan UPZ Baznas Semen Padang melintasi semak belukar, karena jalan utama menuju Pasapuat dihadang pohon tumbang

Hari itu, merupakan hari kedua rombongan UPZ Baznas Semen Padang berada di Kepulauan Mentawai . Ada dua rangkaian kegiatan yang digelar oleh lembaga pengumpul zakat karyawan/ti PT Semen Padang selama hampir satu pekan berada di pulau terluar yang berbatasan dengan Samudra Hindia itu.

baca juga: Kiprah Tim STORE1908 Semen Padang dalam Mempertahankan Orisinalitas PLTA Rasak Bungo Sebagai PLTA Tertua di Indonesia

Pertama, peresmian rumah da'i dan da'iah sebanyak 13 unit yang dibangun oleh UPZ Baznas Semen Padang , dan kedua adalah, penyerahan 25 unit sepeda motor operasional untuk da'i dan da'iah binaan yang tersebar di pelospok Kabupaten Kepulauan Mentawai .

Kondisi jalan menuju Pasapuat digenangi air dan lumpur
Kondisi jalan menuju Pasapuat digenangi air dan lumpur

Satu unit diantaranya, disalurkan UPZ Baznas Semen Padang untuk operasional Emi Susanti, yang merupakan Kepala MTs Ruhama di Dusun Pasapuat, Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara yang juga salah satu da'iah binaan UPZ Baznas Semen Padang .

baca juga: Serikat Pekerja Semen Padang Gelar Donor Darah, 170 Kantong Darah Terkumpul

Pada hari kedua ini, Muhammad Arif bersama rombongan yang hendak menuju MTs Ruhama di Dusun Pasapuat, langsung menggeber laju sepeda motor ke arah timur Pulau Pagai Utara . Baru 10 menit perjalanan, apa yang dikhawatir oleh rombongan pun terjadi. Hujan lebat mengguyur Pulau Pagai Utara .

Jalan menuju Pasapuat selebar 1,5 meter yang berlubang
Jalan menuju Pasapuat selebar 1,5 meter yang berlubang

Meski semua rombongan pakai mantel plastik, tapi derasnya hujan memaksa rombongan untuk berteduh di sebuah rumah kosong yang ada di pinggir jalan yang berjarak sekitar 15 km dari Sikakap . Sekitar 30 menit lamanya, hujan pun reda dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju MTs Ruhama yang berada di Dusun Pasapuat.

baca juga: SPH Bangun Masjid, Peletakan Batu Pertama Dilakukan Komut PT Semen Padang

Di sinilah suka duka pun dialami rombongan UPZ Baznas Semen Padang yang hendak menyalurkan sepeda motor untuk operasional Kepala MTs Ruhama. Karena di pertengahan perjalanan, tepatnya di Dusun Mangaukgauk, Kecamatan Pagai Utara , rombongan dihadang pohon tumbang yang menimpa badan jalan, sehingga rombongan terpaksa memutar arah dan membuat jalan baru di tengah semak-semak belukar.

Mepala MTs Ruhama Emi Susanti, menerima bantuan sepeda motor operasional dari UPZ Baznas Semen Padang.
Mepala MTs Ruhama Emi Susanti, menerima bantuan sepeda motor operasional dari UPZ Baznas Semen Padang.

Bahkan, hampir semua rombongan yang melintasi semak belukar mengalami luka karena ditusuk ranting dan duri yang tajam. "Beginilah perjuangan kami di pedalaman Mentawai ini Pak. Banyak suka dukanya," kata Iswandi, Koordinator Da'i binaan UPZ Baznas Semen Padang di Kabupaten Kepulauan Mentawai .

Meski rombongan berhasil menerobos semak belukar, namun dampak hujan lebat juga menjadi tantangan bagi rombongan. Sebab, pasca-hujan kondisi jalan menuju Dusun Pasapuat yang sebelumnya berlubang dan berlumpur, semakin sulit dilewati, karena genangan air hujan yang masih membasahi badan jalan.

Serikat Pekerja Karyawan Semen Padang foto bersama dengan siswa-siswi MTs Ruhama
Serikat Pekerja Karyawan Semen Padang foto bersama dengan siswa-siswi MTs Ruhama

Bahkan di antara rombongan tersebut, ada yang terjatuh ketika melintasi badan jalan selebar 1,5 meter tersebut. Meski begitu, semangat rombongan UPZ Baznas Semen Padang untuk menyerahkan sepeda motor operasional Kepala Madrasah Ruhama yang dibeli dari zakat karyawan/ti PT Semen Padang itu, sama sekali tak memudar oleh banyaknya rintangan yang dilewati.

Sekitar pukul 12.00 WIB, rombongan UPZ Baznas Semen Padang yang berjumlah sekitar 15 orang, termasuk perwakilan Serikat Pekerja Semen Padang (SPSP) Koramil dan Polsek Sikakap , sampailah di MTs Ruhama. Rombongan disambut gembira oleh puluhan siswa-siswi MTs Ruhama.

MTs Ruhama merupakan satu-satunya madrasah swasta yang ada di Kecamatan Pagai Utara . Ada dua akses jalan untuk sampai ke MTs Ruhama ini. Pertama, ke arah barat Pulau Pagai Utara , kemudian melewati jalan perusahaan Minas Pagai Lumber (MPL). Jarak tempuh sekitar 80 km dengan kondisi jalan berkerikil.

Kemudian yang kedua, ke arah timur Pulau Pagai Utara dengan jarak sejauh 50 km, melewati perkampungan masyarakat, yaitu dari Sikakap menuju Mabolak, kemudian terus ke Mapinang, Makukuet, Panatarap, Simpungan, Matobek, Babuakat, Mangaukgauk, Polaga, Manganjo, Guluk-guluk, Patutukat dan sampailah di Dusun Pasapuat.

Terkait perjuangan rombongan UPZ Baznas Semen Padang ke Dusun Pasapuat, menurut Muhamad Arif, tidak sebanding dengan perjuangan Emi Susanti yang minimal sekali dalam satu pekan, harus bolak-balik dari Pasapuat ke Sikakap untuk mengurus berbagai keperluan madrasah, termasuk dalam mensyiarkan Islam di pedalaman Pagai Utara .

"Buk Emi dapat menjadi contoh bagi kita semua, karena keteguhan hatinya dalam berjihad di jalan Allah SWT di pedalaman Mentawai ini. Selain Kepala MTs Ruhama, Buk Emi itu juga da'iah binaan kami di Mentawai. Jihadnya luar biasa," kata Muhammad Arif.

Emi Susanti itu, kata Arif melanjutkan, saat ini masih lajang dan sudah sekitar 5 tahun ini menjadi kepala madrasah sekaligus guru MTs Ruhama. Di usia yang masih muda, Emi berani tinggal di pedalaman Mentawai yang jauh dari hingar bingar ibu kota. Padahal, Emi lahir dan besar di Pariaman dan kuliah di Kota Padang.

"Semoga, jihad yang dilakukan Buk Emi ini dapat melahirkan Buk Emi-Buk Emi lainnya dalam mensyiarkan Islam dan membangun generasi anak-anak kita di pedalaman Mentawai yang berkarakter Islami," ujar Muhammad Arif.

Selain sepeda motor, Muhammad Arif juga menyebut bahwa sebelumnya, UPZ Baznas Semen Padang juga menyalurkan bantuan zakat karyawan/ti PT Semen Padang sebesar Rp300 juta lebih untuk pembangunan dua lokal MTs Ruhama.

"MTs Ruhama menjadi perhatian kami di UPZ Baznas Semen Padang , karena selain menjadi satu-satunya madrasah swasta yang ada di Pagai Utara , mayoritas siswa-siswinya merupakan kaum dhuafa," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala MTs Ruhama Emi Susanti, terharu dengan bantuan sepeda motor operasional yang diberikan UPZ Baznas Semen Padang untuk operasionalnya sehari-sehari.

Semoga, kata Emi, bantuan ini menjadi amal ibadah oleh insan yang ada UPZ Baznas Semen Padang , termasuk bagi karyawan/ti PT Semen Padang yang telah memberikan kepercayaan kepada UPZ Baznas Semen Padang dalam mengelola zakatnya.

"Alhamdulillah, sepeda motor ini bermanfaat bagi saya untuk operasional madrasah dan dakwah. Semoga apa yang saya terima ini menjadi ladang amal bagi UPZ dan juga karyawan/ti PT Semen Padang yang telah menyalurkan zakatnya ke UPZ," katanya.(*)

Editor: Riki