Pandemi COVID-19, UPZ Semen Padang Salurkan Sembako untuk Anak Asuh, Jompo dan Guru TPQ/TQA

Ramah Hayatul, anak asuh UPZ Semen Padang menerima bantuan sembako dari UPZ Baznas Semen Padang.
Ramah Hayatul, anak asuh UPZ Semen Padang menerima bantuan sembako dari UPZ Baznas Semen Padang. (Ist)
PADANG, KLIKPOSITIF

- Salah seorang warga Kuranji bernama Siti Fauziah, mengaku bangga menjadi bagian dari anak asuh binaan UPZ Baznas Semen Padang, karena menurutnya, lembaga pengumpul dan penyalur zakat karyawan/wati perusahaan semen itu selalu konsisten memperhatikan ekonomi anak asuh, apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19 ini.

"UPZ Baznas Semen Padang selalu memperhatikan nasib kami sebagai anak asuh, apalagi di tengah pandemi COVID-19, UPZ Baznas Semen Padang hador memberikan bantuan sembako untuk kami. Kami bangga menjadi anak asuh binaan UPZ Baznas Semen Padang," kata Siti Fauziah usai menerima bantuan sembako dari UPZ Baznas Semen Padang.

baca juga: Inggris Uji Coba Tes Air Liur Untuk Deteksi Virus COVID-19

Alumni SMA Negeri 16 Kota Padang yang tinggal di Lubuk Timpuruang, Kuranji, Kota Padang itu juga menyebut bantuan sembako berupa beras Solok10 kg, sarden 5 kaleng dan minyak goreng 2 liter itu, sangat menbantu kebutuhan keluarga, karena sejak pandemi COVID-19, usaha orangtuanya juga mengalami penurunan.

"Sehari-hari ibu saya jualan goreng dan makanan ringan untuk anak-anak. Tapi karena COVID-19, pendapatan ibu menurun. Sedangkan ayah saya, sudah almarhum. Sekarang ibu yang jadi tulang punggung keluarga. Jadi bantuan sembako dari UPZ ini sangat menbantu sekali untuk kebutihan kami," ujarnya.

baca juga: Rencana Vaksinasi COVID-19 pada Minggu kedua November Terancam Molor

Hal yang sama juga diungkapkan oleh anak asuh binaan UPZ Baznas Semen Padang lainnya bernama Ramah Hayatul. Mahasiswi semester akhir UIN Imam Bonjol itu menyebut bahwa bantuan sembako dari UPZ Baznas Semen Padang itu sangat besar manfaatnya bagi keluarganya.

"Saya ini anak yatim, Ayah saya sudah almarhum sejak saya masih kelas 2 SMP. Sedangkan Ibu, kerja sebagai buruh serabutan seperti membantu orang ke sawah dan kadang-kadang jualan keliling. Jadi, paket sembako dari UPZ Baznas Semen Padang itu sangat besar sekali manfaatnya bagi kami," katanya.

baca juga: Kadis Kesehatan Pemko Pariaman Positif COVID-19

Mewakili keluarga dan anak asuh lainnya, Ramah mengucapkan terimakasih kepada UPZ Banznas Semen Padang. Semoga, perhatian kepada anak asuh dapat menjadi ladang amal bagi insan di UPZ Baznas Semen Padang, termasuk bagi seluruh karyawan/wati Semen Padang yang telah menyalurkan zakatnya kepada UPZ Baznas Semen Padang.

"Mudah-mudahan, eksistensi UPZ Baznas Semen Padang terus berkembang, dan perhatian kepada anak asuh binaan, termasuk kepada penerima zakat (asnaf nan delapan) juga semakin meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya," ungkap Ramah.

baca juga: FDA Setujui Obat yang Digunakan Trump Menjadi Obat Covid-19

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif mengatakan, selain anak asuh binaan, pihaknya uga menyalurkan bantuan sembako berupa beras Solok 10 kg, sarden 5 kaleng atau telur 30 butir ditambah 2 liter minyak goreng kepada guru TPQ/TQA dan jombo yang ada di lingkungan perusahaan PT Semen Padang.

"Paket sembako itu kami salurkan untuk 750 orang. Jadi selain anak asuh, bantuan yang sama juga kami salurkan kepada guru TPQ/TQA dan jompo. Mudah-mudahan, bantuan paket sembako itu dapat membantu para anak asuh binaan kita, para guru TPQ/TQA dan jompo saat pandemi Virus Corona atau COVID-19 ini," kata Arif.

Selain anak asuh, guru TPQ/TQA dan jompo, Arif juga menyebut bahwa pihaknya, juga menyalurkan bantuan uang tunai kepada 50 orang da'i yang tidak berpenghasilan tetap di lingkungan perusahaan PT Semen Padang, karena saat pandemi COVID-19 ini, masjid dan musala ditutup dan tentunya, pendapatan para da'i juga berkurang.

"Di samping membagikan sembako dan uang tunai, kami juga membagikan 1000 masker kepada anak asuh, guru TPQ/TQA, jompo dan da'i. Masker tersebut dibagikan, karena penggunaan masker sangat dianjurkan dalam memutus rantai oenyebaran wabah COVID-19," pungkas Arif.(*)

Editor: Riki